Cari Blog Ini

Kamis, 26 Juli 2012

Cerita kesedihan istri shalekhah


Mengharu biru; kekuatan kata istri shalehah dalam kisah ini begitu mengena. Catatan yang diambil dari page di sajadah cinta ini , semata-mata ingin menyebarkan manfaat yang terkandung dalam kisah ini. Semoga bermanfaat_ Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan. “mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga. “Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah
yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati. “kenapa?” tanyaku lagi. Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas. Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum. Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat. “saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendirilah”. Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.” Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yg di usapnya. “anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka
pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an umi ridho”, begitu katanya. Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya “Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara. “beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.” Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan. “kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat. “anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam
hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Baigaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding- bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Dia mengambil tas laptopnya,, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho. Ya Allah…. Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku. Pelajaran yang membuatu menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku.. Subhanallah.. Sahabat..
Kekeliruan slama ini, orang mengganggap kebahagiaan itu adalan kaya akan materi.. mobil mewah.. rumah bagus..
Tapi sesungguhnya kekayaan sebanarnya itu ada saat kita merasa cukup akan nikmat ALLAH walaupun tampa ada materi yang bersifat wah..

Rabu, 25 Juli 2012

Baik baik za cayang

Aku tak tahu bagaimana membahasakan perasaanku pagi ini. setelah semalam kutumpahkan
segala rindu yang menyesaki dadaku. Aku menyadari itu sebuah kesalahan, jika tak kusadari
mungkin setiap hari aku akan menumpahkan rindu itu, tapi apa dayaku rinduku hanya menepuk
angin.Dan aku tahu akan ada jutaan luka yang mengiringi setelah kutumpah ruahkan rinduku.
karena tiba-tiba akan menjadi kosong karena sebuah ‘pengabaian’. Maafkan aku yang hanya bisa mengusik harimu, membuatmu tak nyaman dengan semua kata
cinta yang kutujukan untukmu. Maafkan aku, aku tak bisa menyimpannya sendiri. aku tak bisa!
Dan jika akhirnya kamu menghapusnya sebenarnya tak mengapa, aku sadar aku salah. Terkadang aku berfikir untuk pergi dari hidupmu, tapi bagaimana bisa?!!!! Aku tak pernah bisa.
Hingga kelak kau yang akan memintaku pergi dan tak mengusikmu lagi. Karena bagiku apalah arti
bahagia memilikimu kalau ternyata kamu tak bahagia, percuma saja. Sekarang aku sangat siap kau
lepaskan, tapi maaf jangan memintaku berhenti mencintaimu, itu tak bisa kulakukan :’(. Mencintai seseorang yang mungkin tak mengharapkan kita tentu saja sangat menyakitkan. Tapi
berpura-pura tak cinta ku rasakan hampir-hampir membunuhku.. ! Aku, aku benar-benar tak bisa ! Ironisnya, akupun tak ingin kamu mendapatkan perempuan sepertiku. Tak boleh dan tak pernah
boleh ! Aku tak pantas untuk engkau yang selalu menjaga diri dari dosa, tapi ku selalu datang
sebagai iblis yang sangat mengerikan. Jagalah dirimu sayang, jagalah dirimu dari dosa. Harusnya
kutanggung sendiri perih ini, tanpa melibatkanmu dalam dosaku. Jagalah dirimu slalu, anggap aku
tak pernah ada. Dulu kufikir sikapmu dan bentuk pengabaianmu selama ini sebagai cara agar
menjagaku dari dosa, tapi kenyataannya hari-hariku dipenuhi namamu, memikirkan dan terus memikirkanmu, hariku penuh ketakberadayaan, dan keputusasaan. Lalu masih bisakah kusebut itu
sebagai cara?! Aku jujur tak mampu memikulnya. Tapi ini bukan salahmu, akulah yang telah
bermain api, jika aku harus terbakar sendiri memang itulah yang seharusnya. Aku berjanji sikapku
yang mengusikmu takkan kuulangi lagi, hidup bahagialah sayang. Meski ku harus memendam rasa
dan menahan rindu hingga menyakitiku seperih-perihnya hatiku, jangan pernah pedulikanku. Aku
hanya benalu dosa bagimu, jaga dirimu sayang, jangan pernah izinkan aku masuk dalam hatimu. Biarkan kutahan sendiri arus perasaanku yang begitu deras, tak usah engkau hiraukan. Aku
bukanlah perempuan yang baik untukmu, engkau lebih pantas mendapat yang terbaik dari yang
terbaik. Doa tulusku untukmu, kelak semoga engkau mendapatkan kekasih yang mencintaimu dengan
penuh kehormatan dan harga diri, wanita baik-baik, yang indah akhlaknya, yang tinggi
marwahnya, yang alim tuturnya, yang indah parasnya, yang bila di tak ada kau akan mencarinya,
yang jika jauh kau akan merindunya, yang jika sakit kau akan sembuhkan lukanya, yang jika
menangis akan kau hapus air matanya. Dia wanita yang menghargaimu dengan mencintai
Tuhannya lebih dari dirimu, yang jika kau pandang akan menenangkan jiwamu. Dialah wanitamu yang menyejukkan hatimu. Bagiku kebahagianmu adalah kebahagiaanku. Saat ini tak perlu cemas dengan perasaanku, aku tlah terbiasa seperti ini, terbiasa dengan sakit
yang kuciptakan sendiri, kamu tak boleh terlibat dalam perasaan keruhku. Ini hanya skenario
perasaanku, skenario yang melibatkanmu tanpa meminta persetujuanmu, maafkan aku, sungguh
aku minta maaf. Jika bisa memilih, rasanya ingin kembali ke masa lalu dan kita tak harus saling
mengenal. Itu lebih buatku, ketimbang aku terus menerus mengusik kenyamanan hidupmu. Ah
tapi Sang Pemilik Cinta memilih menghadirkanmu di hatiku, sayang aku tak cukup kuat memendam perasaanku. Bukankah ini cukup menjadi petunjuk, bahwa aku bukanlah perempuan yang baik
untukmu. :) Tapi kuakui aku tak pernah menyesal mencintaimu, dan kebahagian luar biasa bagiku ketika
engkau pernah izinkanku mengisi harimu, menjadi bagian dari hidupmu, meski pada akhirnya aku
menyadari aku bukanlah perempuan yang pantas untukmu. Maka benarlah, cinta tak mesti memiliki. Aku harus bangun dari mimpiku yang terlalu tinggi, aku
harus lebih banyak bercermin diri. Aku tak pantas untukmu. Lalu apa yang bisa kuperbuat untuk membayar semua salahku karena tlah melibatkanmu dalam
dosaku ini? Apapun akan aku lakukan, tapi kumohon jangan memintaku berhenti mencintaimu :( Atau haruskah ku pergi dari hidupmu?

Akan kulakukan jika itu membuatmu bahagia, dan aku
berjanji dan akan kupastikan takkan kubiarkan engkau tersentuh ketaknyamanan dariku
‘lagi’, yah meski aku sadar ini akan sangat berat untukku. Tapi untukmu segalanya akan
menjadi bisa. Hmm mungkin ku harus kembali memendam cinta, aku tak boleh membiasakanmu dengan
hadirku.

Karena kita tak boleh bersama, kamu berhak mendapat wanita yang lebih baik, yang
lebih punya harga diri, tak sepertiku. Melulu mengemis padamu, memaksamu mencintaiku seperti
ku mencintaimu. Hikss cintamu tak boleh dipaksakan….

Engkau harus bahagia dengan pilihanmu. Terimakasih cinta…

I Love u from my deepest heart….

Kamis, 19 Juli 2012

Dengarkanlah wahai istriku tercinta


Duhai istriku, wanita yang telah Allah takdirkan
untuk menjadi ibu dari anakku.Sembahlah Allah
semata, jangan pernah engkau menyekutukan Allah
dengan sesuatu apapun yang ada dilangit dan
dibumi.Cintailah Allah melebihi kecintaanmu
kepadaku.Hanya Allah-lah yang berhak untuk kita cintai melebihi apapun.Janganlah kecintaanmu
kepadaku dan anak kita membuat engkau lalai dari
mencintai Allah.Cintailah Allah karena Allah tidak akan
pernah menginggalkanmu.Allah adalah yang Maha
hidup yang akan selalu bersamamu dan tidak pernah
akan meninggalkanmu.

Sementara aku suamimu adalah makhlukNya, yang mana aku pasti akan meninggalkanmu, meninggalkan anak kita untuk kembali kepada Dzat yang Maha Kekal. Cintailah
Allah dengan segenap jiwa dan ragamu, mohonlah kepada Allah supaya kelak Allah berkenan
memberikan RahmatNya untuk mempertemukan dan menyatukan kita didalam SurgaNya. Duhai istriku,bilamana Allah memberi kehormatan untuk memanggilku kembali terlebih dulu maka
janganlah engkau ratapi kepulanganku.

Ketahuilah bahwasannya Allah menjanjikan surga bagi siapa
saja yang iklas dan rela apabila diuji dengan kematian orang-orang yang dicintainya.

Ketahuilah
bahwa aku berdoa kepada Allah untuk menjaga engkau dan anak kita. Allah-lah sebaik-baiknya
penjaga amanah. Allah tidak akan menyia-nyiakan doa hambaNya.

Duhai istriku,berbaktilah kepadaku karena ridho Allah adalah ridhoku sebagai suamimu. Surgamu
adalah ridhoku.jadilah istri yang sholehah karena engkau adalah ibu dari anak kita. Panutan utama
bagi anak kita.

Engkau sebagai wanita telah diberi kerhormatan oleh Allah sebagai tiang (pondasi)
agama. Jika rusak akhlakmu sebagai wanita maka rusak pula akhlak keluarga kita, anak kita, bangsa
kita dan agama kita.Jagalah selalu kehormatanmu.

Duhai istriku,marilah kita hidup zuhud didunia ini. Kita ambil seperlunya saja kebutuhan kita didunia
ini dan ambil sebanyak-banyaknya bekal untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak. Mari kita
belanjakan harta kita dijalan Allah.

Janganlah kita berlebih-lebihan (bermegah-megah) didunia ini.
Sungguh Allah telah memperingatkanbahwa bermegah-megah akan membuat kita lalai.Ketahuilah
istriku, bahwasanya kelak didalam surga Allah akan memerintahkan kepada para Malaikat untuk
mengundang orang-orang yang ketika didunia hidup zuhud untuk menghadiri pernikahan Isa putra Maryam. Tidakkah engkau ingin mendapat kehormatan ini?

Duhai istriku,marilah kita senantiasa berusaha menyisihkan harta kita untuk bersedekah.Jangan
pernah menolak apabila ada orang yang miskin yang meminta sedekah kepadamu, berikanlah walau
hanya seratus rupiah atau bahkan hanya dengan sebentuk senyuman.Ketahuilah istriku,
sesungguhnya orang-orang miskin adalah tamu-tamu Allah kelak didalam surga. Tidakkah kita
merasa terhormat apabila bisa memberikan harta kita kepada tamu-tamu Allah?Sungguh Allah tidak
akan pernah menyianyikan pemberian hambaNya.

Duhai istriku,surga adalah sebaik-baiknya tempat untuk kita kembali.Allah telah menjanjikan berjuta
kenikmatan didalamnya.

Ketahuilah istrikku, bahwasannya kenikmatan-kenikmatan didalam surga
tidak ada nilainya dibandingkan dengan kenikmatan ketika kita bertemu langsung dengan Allah
tanpa hijab.Ketahuilah istriku, bahwasanya kita tidak akan bisa masuk kedalam surga tanpa ijin dan
ridho dari Allah.Bahwa sesungguhnya segala ibadah kita adalah sekedar untuk mendapatkan ijin dan
ridho Allah supaya kita dapat memasuki surgaNya.Maka tujukanlah segala amal ibadah kita kepada Allah, iklaskan semua hanya untuk Allah demi mendapatkan ridhoNya.

Duhai istriku,jadilah engkau pribadi yang pandai bersyukur atas segala pemberian Allah. Karena
sesungguhnya Allah telah mencukupkan segala rizki kepada hambaNya. Dan Allah akan terus
menambahkan kenikmatan dan rizkiNya kepada hamba-hambanya yang pandai
bersyukur.Bersyukurkah engkau dengan mengingat Allah dan mendirikan sholat.

Duhai istriku,bersabarlah engkau ketika ditimpa musibah. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan
menimpakan suatu musibah diluar kemampuan kita untuk menanggungnya. Bersabarlah engkau
dengan mengingat Allah, dengan mendirikan sholat.

Mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan
sholat. Duhai istriku,engkau adalah pakaian untukku, engkau adalah penutup segala aibku.Ketahuilah bahwasannya junjungan kita Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda bahwa seindah-
indahnya perhiasan didunia ini adalah istri yang sholehah.Maka jadikanlah aku laki-laki yang
berbahagia karena memiliki perhiasan yang terindah didunia.

KETABAHAN SEORANG ISTRI


Ketabahan seorang istri bagaikan sebuah perjalanan panjang yang
tidak mengenal lelah. Seorang ibu memiliki suami dan anak-anak
adalah kebahagiaan yang tidak terkira namun kebahagiaan itu
membutuhkan pengorbanan dirinya untuk selalu menopang rumah
tangganya. Suami yang bukanlah imam yang baik di dalam keluarga.
Tidak pernah sholat lima waktu dan kegemaran minum-minuman keras hampir menjadi kebiasaan. Ditengah kondisi itu tidak membuatnya
menyerah. Semakin membuat dirinya lebih mendekatkan diri kepada
Allah. Anak-anaknya dibimbing dijalan Allah. Sekalipun tidak mudah,
tidak membuatnya menyerah. 'Allah Maha Pengasih, akan membukakan pintu hati suamiku,' Itulah yang selalu terucap di dalam hatinya. Banyak orang-orang
disekitarnya yang menganjurkan untuk meninggalkan saja suami seperti itu, tidak pantas menjadi
kepala rumah tangga apalagi istri sebaik dirinya. Istri yang setia itu memilih tetap tegar dan
bersikukuh untuk menjaga dan merawat suami dan anak-anaknya. Sebagai seorang istri menyadari semakin dalam cintanya pada suami maka semakin perih luka
dihatinya, namun luka itu juga mengajarkan tentang ketulusan dan pengorbanan demi kebahagiaan
orang yang dicintai, karena cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian, cinta yang hakiki justru
diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hatinya terluka. Allah
membentuk dan melatih melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar
cinta yang dimiliki untuk menjalani luka itu. Kalau cintanya kecil, luka kecilpun menjadi beban yang berat. Namun dirinya memiliki kekuatan cinta yang besar, luka sebesar apapun maka dirinya mampu
menanggung luka dan derita yang dialaminya untuk meraih keridhaan Allah. Ditengah luka dan derita yang ditanggungnya, beliau datang & bershodaqoh di Rumah Amalia
dengan harapan shodaqohnya menjadi jalan untuk meraih keridhaan Allah agar berkenan
membukakan pintu hati suaminya. Sampai suatu hari sang suami jatuh sakit dan harus masuk rumah
sakit karena menderita sakit lever yang dideritanya cukup parah harus segera dioperasi, dalam
kondisi yang mencekam itu membukakan hati suaminya, sebuah kesadaran untuk menuju jalan
Allah yang selama ini diabaikannya. Air matanya mengalir mendengar suara suaminya yang terus menerus beristighfar ditengah terbaring lemah pasca operasi. Doa dan perjuangan yang dilakukan
telah membuahkan hasil. Suaminya telah kembali menjadi imam di dalam rumah tangga, membimbing
istri dan anak-anaknya di jalan yang diridhai oleh Allah.Ketabahan seorang istri bagaikan sebuah perjalanan panjang yang
tidak mengenal lelah. Seorang ibu memiliki suami dan anak-anak
adalah kebahagiaan yang tidak terkira namun kebahagiaan itu
membutuhkan pengorbanan dirinya untuk selalu menopang rumah
tangganya. Suami yang bukanlah imam yang baik di dalam keluarga.
Tidak pernah sholat lima waktu dan kegemaran minum-minuman keras hampir menjadi kebiasaan. Ditengah kondisi itu tidak membuatnya
menyerah. Semakin membuat dirinya lebih mendekatkan diri kepada
Allah. Anak-anaknya dibimbing dijalan Allah. Sekalipun tidak mudah,
tidak membuatnya menyerah. 'Allah Maha Pengasih, akan membukakan pintu hati suamiku,' Itulah yang selalu terucap di dalam hatinya. Banyak orang-orang
disekitarnya yang menganjurkan untuk meninggalkan saja suami seperti itu, tidak pantas menjadi
kepala rumah tangga apalagi istri sebaik dirinya. Istri yang setia itu memilih tetap tegar dan
bersikukuh untuk menjaga dan merawat suami dan anak-anaknya. Sebagai seorang istri menyadari semakin dalam cintanya pada suami maka semakin perih luka
dihatinya, namun luka itu juga mengajarkan tentang ketulusan dan pengorbanan demi kebahagiaan
orang yang dicintai, karena cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian, cinta yang hakiki justru
diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hatinya terluka. Allah
membentuk dan melatih melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar
cinta yang dimiliki untuk menjalani luka itu. Kalau cintanya kecil, luka kecilpun menjadi beban yang berat. Namun dirinya memiliki kekuatan cinta yang besar, luka sebesar apapun maka dirinya mampu
menanggung luka dan derita yang dialaminya untuk meraih keridhaan Allah. Ditengah luka dan derita yang ditanggungnya, beliau datang & bershodaqoh di Rumah Amalia
dengan harapan shodaqohnya menjadi jalan untuk meraih keridhaan Allah agar berkenan
membukakan pintu hati suaminya. Sampai suatu hari sang suami jatuh sakit dan harus masuk rumah
sakit karena menderita sakit lever yang dideritanya cukup parah harus segera dioperasi, dalam
kondisi yang mencekam itu membukakan hati suaminya, sebuah kesadaran untuk menuju jalan
Allah yang selama ini diabaikannya. Air matanya mengalir mendengar suara suaminya yang terus menerus beristighfar ditengah terbaring lemah pasca operasi. Doa dan perjuangan yang dilakukan
telah membuahkan hasil. Suaminya telah kembali menjadi imam di dalam rumah tangga, membimbing
istri dan anak-anaknya di jalan yang diridhai oleh Allah.
Ketabahan seorang istri bagaikan sebuah perjalanan panjang yang
tidak mengenal lelah. Seorang ibu memiliki suami dan anak-anak
adalah kebahagiaan yang tidak terkira namun kebahagiaan itu
membutuhkan pengorbanan dirinya untuk selalu menopang rumah
tangganya. Suami yang bukanlah imam yang baik di dalam keluarga.
Tidak pernah sholat lima waktu dan kegemaran minum-minuman keras hampir menjadi kebiasaan. Ditengah kondisi itu tidak membuatnya
menyerah. Semakin membuat dirinya lebih mendekatkan diri kepada
Allah. Anak-anaknya dibimbing dijalan Allah. Sekalipun tidak mudah,
tidak membuatnya menyerah. 'Allah Maha Pengasih, akan membukakan pintu hati suamiku,' Itulah yang selalu terucap di dalam hatinya. Banyak orang-orang
disekitarnya yang menganjurkan untuk meninggalkan saja suami seperti itu, tidak pantas menjadi
kepala rumah tangga apalagi istri sebaik dirinya. Istri yang setia itu memilih tetap tegar dan
bersikukuh untuk menjaga dan merawat suami dan anak-anaknya. Sebagai seorang istri menyadari semakin dalam cintanya pada suami maka semakin perih luka
dihatinya, namun luka itu juga mengajarkan tentang ketulusan dan pengorbanan demi kebahagiaan
orang yang dicintai, karena cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian, cinta yang hakiki justru
diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hatinya terluka. Allah
membentuk dan melatih melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar
cinta yang dimiliki untuk menjalani luka itu. Kalau cintanya kecil, luka kecilpun menjadi beban yang berat. Namun dirinya memiliki kekuatan cinta yang besar, luka sebesar apapun maka dirinya mampu
menanggung luka dan derita yang dialaminya untuk meraih keridhaan Allah. Ditengah luka dan derita yang ditanggungnya, beliau datang & bershodaqoh di Rumah Amalia
dengan harapan shodaqohnya menjadi jalan untuk meraih keridhaan Allah agar berkenan
membukakan pintu hati suaminya. Sampai suatu hari sang suami jatuh sakit dan harus masuk rumah
sakit karena menderita sakit lever yang dideritanya cukup parah harus segera dioperasi, dalam
kondisi yang mencekam itu membukakan hati suaminya, sebuah kesadaran untuk menuju jalan
Allah yang selama ini diabaikannya. Air matanya mengalir mendengar suara suaminya yang terus menerus beristighfar ditengah terbaring lemah pasca operasi. Doa dan perjuangan yang dilakukan
telah membuahkan hasil. Suaminya telah kembali menjadi imam di dalam rumah tangga, membimbing
istri dan anak-anaknya di jalan yang diridhai oleh Allah.

Rabu, 18 Juli 2012

KESABARAN YANG BERUJUNG KEBAHAGIAAN



" Malam, pagi, siang sob,,,,,
Kali ini aku mau posting, tentang kesabaran seseorang dalam UJIAN PERCINTAAN. Aku menulis posting ini, karena aku terinspirasi dari kisah sahabatku sendiri. Akupun ingin membuat postingan tentang KESABARAN YANG BERUJUNG KEBAHAGIAAN. langsung saja ke ceritanya yaaa.....

" Sepasang kekasih yang saling mencinta. Wajar bagi sepasang kekasih, untuk selalu ingin bersama di dalam suka' maupun duka. Pada awal mulanya, hubungan mereka baik - baik saja. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Hingga pada suatu hari, di tanyalah tentang hari lahir. Yang namanya orang jawa, atau kejawen, masih dan sangat memperhitungkan masalah peritung, dalam bahasa jawa.
Orang tua pihak perempuan sangat menentang keras, dengan alasan harinya tidak cocok. Sejak saat itulah, mereka berhubungan dengan sembunyi - sembunyi. Mereka berdua menahan rindu untuk bertemu. Mereka hanya bisa berhubungan sebatas lewat ponsel.
Berbagai usaha mereka lakukan, untuk membuat luluh hati orang tua perempuan. Tapi usaha mereka sama sekali tiada hasil. Mereka masih bersikukuh pada pendiriannya.mereka tidak pernah memikirkan tentang rasa cinta sepasang kekasih ini.
Akhirnya bermodalkan KESABARAN DAN KEYAKINAN mereka lalui hari - hari itu dengan senantiasa berharap untuk mendapat restu dari orang tuanya. Mereka lalui hari hari itu selama kurang lebih 2,5 tahun, dengan satu harapan. Hanya keyakinan pasti bersatu, yang membuat mereka dapat melalui hari adhari yang sangat melelahkan.
Sampai pada akhirnya, ALLAH membukakan pintu hati orang tuanya,dan merestui hubungan mereka.sepasang kekasih ini bagaikan mentari yang terbit di pagi hari.mereka bahagia, dan sangat bahagia.semoga hubungan mereka dapat abadi sampai ajal menjemput.
Kisah ini adalah kisah nyata yang di alami seseorang. Memang sengaja aku publikasikan, agar kita semua senantiasa bersabar dalam menjalani cobaan dan ujian kehidupan.dan yakinlah, di balik itu semua ada hikmahnya. Karena ALLAH SENANTIASA MENYERTAI HAMBANYA YANG SABAR. Sekian dulu postingan tentang KESABARAN YANG BERUJUNG KEBAHAGIAAN ini. Semoa kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini.


--/--
Jangan lupa tinggalkan komentar......

Minggu, 15 Juli 2012

Pandangan " CINTA DAN RINDU DALAM ISLAM "

TENTANG HATI
Banyak orang bercakap tentang permasalahan cinta tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syar’i. Dan seakan-akan yang membahas masalah ini mempunyai pemahaman yang salah bahawa ianya berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan perzinaan, satu perkataan yang keji. Dan dikaitkan pula dengan zina hati.Hal ini adalah salah.
Cinta dan rindu adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi mereka untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya. Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya dan keburukannya. Cinta dan rindu adalah dua kalimat yang ada dalam hati setiap manusia, dan mereka memberi makna tentang kedua-dua hal ini sesuai dengan apa yang mereka rasai.
CINTA (AL-HUBB)
Cinta, iaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai. Itu termasuklah amalan hati, bukan amalan anggota badan atau zahir. Pernikahan contohnya, tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika adanya cinta dan kasih sayang yang lahir dalam hati-hati pasangan suami isteri. Dan kunci kepada tumbuhnya kecintaan adalah melalui pandangan. Oleh disebabkan itulah, Rasulullah SAW menganjurkan pada orang yang meminanguntuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta.
Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah r.a berkata: “Aku telah meminang seorang wanita.” Lalu Rasulullah SAW bertanya kepadaku: “Apakah kamu telah melihatnya ?” Akuberkata: “Belum.” Maka beliau bersabda: “Maka lihatlah dia, kerana sesungguhnya hal itu pada akhirnya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua.”
Kebanyakan orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut untuk menghadapi cinta kerana tanggapan bahawa cinta yang tumbuh di dalam hati itu adalah dosa dan mereka mengira diri mereka sedang bermaksiat, berzina hati, bahkan salah seorang di antara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang bererti dia telah berbuat dosa.
Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang cinta dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, di mana mereka beranggapan bahawa cinta itu suatu maksiat, kerana sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dilihatnya dari lelaki-lelaki rosak dan perempuan-perempuan rosak di kalangan mereka, yang mana mereka-meraka itu menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan oleh Allah SWT. Mereka saling duduk, bermalam, bergurau mesra, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Banyak orang mengira bahawa cinta tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, justeru sebaliknya.
Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat daripada syahwat-syahwat yang telah Allah SWT hiaskan pada manusia dalam masalah cinta. Ertinya Allah SWT menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati lelaki itucenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah SWT:
“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu: wanita-wanita, anak-anak…” – Aali-’Imran: 14.
Allah SWT-lah yang menghiasi bagi manusia cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadis bahawa Nabi SAW bersabda:
“ Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian: wanita dan wangi-wangian dandijadikan penyejuk mataku dalam solat.” – HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi .
Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidakadalah pernikahan, tidak adalah keturunan dan tidak adalah keluarga.
Namun begitu, Allah SWT tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan di antara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan iaitu pernikahan seperti dalam hadis Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas r.a berkata: telah bersabda Rasulullah SAW: “ Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pernikahan.”
Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rosak atau keji, maka Allah SWT telah menyuruh yang pertama sekali agar menundukkan pandangan, kerana ‘pandangan’ itu kunci kepada hati, dan Allah SWT telah haramkan semua sebab-sebab yang membawa pada fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahram nya, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, kerana perkara-perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah SWT .
Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menyeksa manusia dalam kecenderunganhatinya. Akan tetapi manusia akan diseksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya: apabila lelaki dan wanita saling memandang tanpa batasan atau berduaan-duaan, lalu cenderunglah hati kedua-duanya, sesungguhnya kecenderungan hati ini tidak akan menyebabkan kedua-duanya diseksanya, kerana hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa menguasai hatinya, akan tetapi, kedua-duanya diazab kerana apa yang mereka lakukan, iaitu memandang tanpa batasan dan berdua-duaan. Dan kedua-duanya akan dimintai pertanggungjawaban, dan akan diseksa juga dari setiap perkara haram yang mereka perbuat setelah itu seperti berciuman, bermesraan dan berzina.
Adapun cinta yang tulus ikhlas dan murni, yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebahagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahawa orang yang mencintai seseorang, lalu menjagakehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam bab ‘Rindu’ di bawah.
Menjaga kehormatan diri itu sungguh sangat sukar. Yang paling selamat adalah menjauhi semua sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta.
Daripada kedua-dua golongan ini (yang mencintai serta menjaga kehormatandan yang mengelak daripada cinta), sungguh sangat sedikit mereka yang selamat.
RINDU ( AL-’ISYQ )
Rindu itu ialah cinta yang berlebihan. Ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kehinaan. Makarindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Boleh jadi, orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu yang disertai kerendahan dan kehinaan.
Sebagaimana telah disebutkan tentang cinta, maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang manusia tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram.
Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya daripada orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan daripada orang ramai meskipun kerinduan itu timbul daripada perkara yang haram.
Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik lelaki mahupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati kerana kerinduan tersebut, maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat. Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yangmengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini dibawah kekuasaannya. Adapun tentang hatinya dia tidak bisa menguasai, maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapat pahala.
Wallahu a’lam.

CINTAILAH ♥ AKU ♥ SEADANYA


Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif sertaberperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seoranganak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia termenung dan akhirnyaberkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”. Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakanpintu untukmu ketika pulang. Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalunyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. Kamu selalupegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal. Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.
“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena,saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akanmempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Sabtu, 14 Juli 2012

" ReNDAH HATI /- TINGGI BERKAT "

Sifat manusia pada hakekatnya suka diperhatikan dan didengarkan serta dimengerti.. Dan mereka akan menjadi lebih bahagia lagi apabila kita bisa menuruti segala sesuatu yang menjadi keinginan mereka... Dan manusia juga pada hakekatnya tidak suka dengan orang yang SOMBONG atau TINGGI HATI ... Bahkan, orang yang SOMBONG pun tidak akan senang melihat orang SOMBONG yang lain.... Sehingga, kedua logika ini juga yang menjadikan dan membuktikan, orang yang RENDAH HATI , akan mendapatkansimpatik dan disenangi oleh orang2 di sekitarnya... Bila sudahdisenangi oleh orang2 di sekitarnya, maka, orang yang RENDAH HATI tersebut akan mendapatkan manfaat demi manfaat dari orang2 tersebut... Tidak dapat dipungkiri, kehidupan manusia terbentuk dari simbiosis hubungan sebab-akibat... Dan tidak dipungkiri, hubungan yang tetap AWET adalah hubungan yang di dalamnya terdapat hukum SALING menguntungkan... Seperti yang pernah PJ bahas di artikel yang lalu "Pencerahan Hari Ini tgl 20 September 2011".... Sehingga, hubungan itu akan tetap AWET apabila masih adanya manfaat yang bisa diperoleh dari orang lain tersebut.... Tidak munafik, manusia memang makhluk egois yang ingin supaya dirinya bisa dipuaskan.... Tapi, hanya manusia yang mengerti betapa pentingnya balas budi, yang bisa kembali memuaskan orang yang telah membuatnya puas, sehingga bisa menjaga hubungan mereka tetap AWET ... Kuncinya adalah SALING ... Bila kita RENDAH HATI kepada orang lain, maka kita akandisenangi dan bisa memperoleh manfaat dari orang2 tersebut, sehingga akan membantu kita di dalam menjalani hidup kita, sehingga mendatangkan banyak BERKAT di dalamkehidupan kita.... Dan jangan lupa untuk membalas kebaikan mereka, dengan membantu kembali mereka di saat mereka memerlukan bantuan, sehingga terciptalah hubungan simbiosis mutualisme agar hubungan itu tetap AWET ... RENDAH HATI menjadi begitu penting di dalam menjalani kehidupan kita, karena sifat tersebut merupakan salah satu KARAKTER yang perlu kita bina sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik.... Lihat kembali perinciannya dan ulasannya di artikel sebelumnya "Motivasi Hari Ini tgl 20 September 2011" yang mengulas betapa pentingnya menjadi yang terbaik dalam segi FISIK , KARAKTERISTIK dan PENGETAHUAN ...

Jumat, 13 Juli 2012

PANGGILAN KE BAYTULLAH

Panggilan Baitullah mengisahkan Abdullah bin Mubarak adalah seorang hartawan yang suka menunjukkan kemewahan kepada orang ramai. Setiap tahun dia menunaikan haji. Abdullah bin Mubarak memang berkemampuan untuk hidup sebegitu. Bagaimanapun, semakin hampir hari dia hendak berangkat ke Mekah, Abdullah berasa keadaan tidak seperti biasa. Atas nasihat isterinya, Sarimah, Abdullah menunaikan solat taubat dan ketika khusyuk berzikir, Abdullah telah tertidur. Abdullah telah bermimpi dia terlihat cahaya turun dari langit dan ada dua orang yang tidak dapat dilihat wajahnya sedang berbual tentang haji. Dalam mimpi itu dinyatakan untuk tahun itu hanya ada seorang tukang sepatu dari Pekan Alor Gajah bernama Muhammad Haq bin Idris yang tidak dapat berhaji tetapi diterima hajinya. Abdullah bagaikan terpanggil untuk mencari siapa dia Muhammad Haq yang dimaksudkan. Abdullah menjadi tidak keruan dan akhirnya, berbekalkan gerak hatinya, Abdullah berangkat ke Kampung Gajah untuk mencari lelaki itu.

Senin, 09 Juli 2012

YAA RABBIII....

asmara783.blogspot.com Aksesoris Blog by asmara783

""Ya Robbi....
Hamba ini begitu rindu pada-Mu...
Rindu akan kasih sayang-Mu...
Rindu akan dekapan dan belaian-Mu yang begitu lembut...
Rindu akan ridho-Mu...
Engkau yang maha bijaksana...
Engkau yang maha pengasih dan penyanyang..
Engkau yang maha pemurah....
Engkau yang maha penerima taubat...
Membuatku uuntuk enggan jauh dari-Mu...
Dan enggan tuk pergi dari-Mu...
"Yaa Robbi..
Segalanya ku persembahkan jiwa dan raga ini...
Seluruh hidup dan matiku ini.
Hanya kepada-Mu seorang... Akan ku abdikan hamba ini...
Untuk selalu menyembah-Mu.....
Untuk selalu taat pada-Mu...
Dan menjauhi segala larangan-Mu...
"Ya Robbi..
Ku akan selalu mencoba untuk dekat dengan-Mu...
Ku akan tempuh jalan ridho-Mu..
Meski begitu banyak halangan dan rintangan yang menghadang...
"Ya Robbi...
Kaulah pengobat lukaku...
Pengobat sakit di hatiku...
Dan pencerah kehidupanku..
Kan ku selalu ku jaga diri ini...
Agar selalu menggapai ridho-Mu... Ampunan-Mu...
Dan juga kenikmatan-Mu...
Yaitu kenikmatan syurga abadi....